Home » News » Jalan Tol » Tol Jombang

Tol Jombang

Eko Sodikul May 22, 2024

Pembangunan Tol Jombang bertujuan untuk memperlancar lalu lintas antara Surabaya dan Kertosono, serta mengurangi kemacetan di jalur nasional.

Dimana Tol Jombang

Jalan Tol Jombang merupakan bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Surabaya dengan Kertosono. Tol sepanjang 40 kilometer ini diresmikan pada tahun 2017 dan telah memberikan dampak signifikan bagi perekonomian dan konektivitas di Jawa Timur.

Selain itu, tol ini juga berfungsi sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Jombang dan sekitarnya, serta mempermudah akses ke destinasi wisata di Jombang, seperti Candi Penataran dan Makam Gus Dur.

Hadirnya Tol Jombang telah membawa banyak manfaat, antara lain:

  1. Memperlancar lalu lintas dan mengurangi kemacetan
  2. Meningkatkan konektivitas antar daerah
  3. Mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Jombang dan sekitarnya
  4. Mempermudah akses ke destinasi wisata

Dampak Positif

Selain manfaat yang disebutkan di atas, Tol Jombang juga memberikan dampak positif lain, di antaranya:

  • Peningkatan investasi: Aksesibilitas yang lebih baik ke Jombang menarik investor untuk mengembangkan bisnis mereka di wilayah tersebut.
  • Penciptaan lapangan kerja: Pembangunan dan pengoperasian tol menciptakan lapangan kerja baru di bidang konstruksi, pemeliharaan, dan layanan.
  • Peningkatan nilai properti: Keberadaan tol meningkatkan nilai properti di sekitar kawasan tol.
  • Peningkatan pariwisata: Kemudahan akses ke Jombang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Dampak Negatif

Meski memberikan banyak manfaat, Tol Jombang juga memiliki beberapa dampak negatif, antara lain:

  • Alih fungsi lahan: Pembangunan tol memerlukan pengalihan fungsi lahan, yang dapat berdampak pada ekosistem dan mata pencaharian masyarakat.
  • Polusi udara dan suara: Lalu lintas yang meningkat dapat menyebabkan polusi udara dan suara di sekitar kawasan tol.
  • Kehilangan lahan pertanian: Alih fungsi lahan untuk tol dapat mengurangi lahan pertanian yang tersedia.
  • Dampak sosial: Pembangunan tol dapat memisahkan komunitas dan mengganggu pola kehidupan masyarakat.

Mitigasi Dampak Lainnya

Untuk memitigasi dampak negatif dari Tol Jombang, pemerintah dan pihak terkait telah melakukan beberapa upaya, seperti:

  • Reboisasi: Menanam kembali pohon di sepanjang jalur tol untuk memulihkan ekosistem dan mengurangi polusi udara.
  • Pemasangan dinding penahan suara: Memasang dinding penahan suara di sepanjang kawasan tol yang berdekatan dengan pemukiman untuk mengurangi polusi suara.
  • Pembangunan jalan alternatif: Membangun jalan alternatif untuk lalu lintas lokal agar tidak terkonsentrasi di tol.
  • Program pemberdayaan masyarakat: Melakukan program pemberdayaan masyarakat yang terdampak pembangunan tol untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Secara keseluruhan, Tol Jombang memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian dan konektivitas di wilayah Jawa Timur. Namun, penting untuk memitigasi dampak negatif yang mungkin timbul untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

Masa Depan Tol Jombang

Tol Jombang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang masih terus dikembangkan. Ke depannya, Tol Jombang direncanakan untuk terhubung dengan beberapa ruas tol baru, antara lain:

  • Tol Kediri-Kertosono: Ruas tol sepanjang 20,3 km ini akan menghubungkan Tol Jombang dengan Tol Ngawi-Kertosono, sehingga semakin memperlancar akses antara Surabaya dan Jawa Tengah.
  • Tol Jombang-Mojokerto: Ruas tol sepanjang 40,3 km ini akan menghubungkan Tol Jombang dengan Tol Surabaya-Mojokerto, sehingga meningkatkan konektivitas antara Jombang dan Surabaya.

Dengan tersambungnya Tol Jombang dengan ruas-ruas tol baru tersebut, diharapkan dapat semakin meningkatkan manfaat tol bagi perekonomian dan konektivitas di Jawa Timur.

Selain itu, pemerintah juga berencana untuk mengembangkan kawasan industri di sekitar Tol Jombang. Kawasan industri ini diharapkan dapat menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja baru di wilayah tersebut.

Dengan pengembangan yang terus berlanjut, Tol Jombang diproyeksikan akan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Jawa Timur.

Kecelakaan Tol Jombang

Kecelakaan lalu lintas di Tol Jombang relatif jarang terjadi karena jalan tol dirancang dengan standar keselamatan yang tinggi. Namun, beberapa kecelakaan yang pernah terjadi di Tol Jombang antara lain:

  • Kecelakaan beruntun 13 kendaraan pada 21 April 2023: Kecelakaan ini melibatkan 13 kendaraan, termasuk truk, bus, dan mobil pribadi. Akibat kecelakaan ini, 4 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Kecelakaan diduga disebabkan oleh asap tebal dari pembakaran lahan di sekitar tol yang mengurangi jarak pandang pengemudi.
  • Kecelakaan truk pada 20 November 2022: Sebuah truk bermuatan pasir terguling di Tol Jombang KM 673+800. Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang hingga 5 kilometer. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
  • Kecelakaan mobil pada 10 Mei 2022: Sebuah mobil menabrak pembatas jalan di Tol Jombang KM 692. Akibat kecelakaan ini, pengemudi mobil mengalami luka-luka.

Meskipun jarang terjadi, kecelakaan di Tol Jombang dapat menimbulkan dampak yang fatal. Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga jarak aman, dan tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol.

Selain itu, pihak pengelola tol juga perlu memastikan bahwa jalan tol selalu dalam kondisi baik dan rambu-rambu lalu lintas terpasang dengan jelas. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat diminimalisir dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.

Sebab Kecelakaan di Tol Jombang

Meskipun jarang terjadi, kecelakaan di Tol Jombang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Faktor pengemudi:
    • Mengemudi dalam kondisi mengantuk atau lelah
    • Mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan
    • Mengemudi dengan kecepatan tinggi
    • Tidak menjaga jarak aman
    • Menggunakan ponsel saat mengemudi
  • Faktor kendaraan:
    • Kondisi kendaraan yang tidak laik jalan
    • Ban gundul atau tekanan ban tidak sesuai
    • Rem blong
    • Masalah pada sistem kemudi
  • Faktor jalan:
    • Jalan rusak atau berlubang
    • Rambu-rambu lalu lintas tidak jelas atau tidak terpasang
    • Pencahayaan jalan kurang memadai
  • Faktor lingkungan:
    • Asap tebal dari kebakaran lahan atau pabrik
    • Hujan deras atau kabut yang mengurangi jarak pandang
    • Angin kencang yang dapat membuat kendaraan oleng

Beberapa kecelakaan di Tol Jombang juga disebabkan oleh faktor eksternal, seperti:

  • Muatan kendaraan yang berlebihan atau tidak seimbang: Hal ini dapat membuat kendaraan tidak stabil dan mudah terguling.
  • Hewan ternak yang berkeliaran di jalan tol: Tabrakan dengan hewan ternak dapat menyebabkan kendaraan rusak atau terguling.
  • Benda jatuh dari kendaraan lain: Benda yang jatuh dari kendaraan lain, seperti batu atau besi, dapat mengenai kendaraan lain dan menyebabkan kecelakaan.

Untuk mencegah kecelakaan di Tol Jombang, penting bagi pengemudi untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, dan memperhatikan kondisi jalan serta lingkungan sekitar. Selain itu, pihak pengelola tol juga perlu memastikan bahwa jalan tol selalu dalam kondisi baik dan rambu-rambu lalu lintas terpasang dengan jelas.

Lokasi

Tol Jombang terletak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tepatnya di antara Kecamatan Mojoagung dan Kecamatan Ngoro.

Pintu Keluar

  • Mojoagung
  • Jombang
  • Ngoro

Tarif

Tarif tol Jombang bervariasi tergantung pada jenis kendaraan dan jarak tempuh. Berikut adalah tarif dasar untuk kendaraan Golongan I (mobil pribadi):

  • Mojoagung – Jombang: Rp28.000
  • Jombang – Ngoro: Rp18.000

Layanan

Fasilitas yang tersedia di Tol Jombang meliputi:

  • Rest Area Mojoagung (Km 685)
  • Rest Area Jombang (Km 699)
  • SPBU
  • Gerbang tol otomatis
  • Patroli jalan raya

Dengan segala manfaat yang diberikannya, Tol Jombang telah menjadi jalan penting yang menghubungkan Jawa Timur dan berkontribusi pada kemajuan perekonomian di wilayah tersebut.

Eko Sodikul

Tim Neuversity School of Software Engineering | sidikul.com

Leave a Comment

Artikel Terkait